10. Masjid Baitul Mukarram, Dhaka, Bangladesh
Ini adalah masjid nasional dari Bangladesh. Terletak di jantung kota Dhaka, ibukota Bangladesh, ini masjid didirikan di tahun 1960-an. Memiliki kapasitas 30.000 orang, menjadi 10 Masjid terbesar di dunia, namun masih mendapatkan mesjid terlalu penuh dengan setia muslim ibadah. Karena ini, pemerintah bangladesh telah memutuskan untuk menambahkan ekstensi (pelebaran) masjid.
9. Masjid Faisal , Islamabad, Pakistan
Faisal di Masjid di Islamabad adalah masjid terbesar di Pakistan dan Asia Selatan dan masjid terbesar keempat di dunia. Itu adalah masjid terbesar di dunia 1986-1993 ketika di kalahkan ukuran oleh selesainya Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Setelah ekspansi dari Masjid Al-Haram (Grand Mosque) dari Mekkah dan Al-Masjid Al-Nabawi (Mesjid Nabi) di Madinah, Arab Saudi pada tahun 1990-an, Masjid Faisal Masjid ke tempat keempat terbesar di dunia.
Filed under: Top 10 | Tagged: Abbasid kalifat Al-Mansur, Abu Bakr, Al-Aqsa, Al-Haram ash-Sharif, Al-Mahdi, Al-Walid, Asia Pasifik, Bandar Aceh, Bandar Sri Begawan, Bangladesh, Belanda, Bhopal, Brunei, Casablanca, Crussaders, Dhaka, Dome of the Rock, Fatimid Kalifat Ali Az-Zahir, Grand Mosque, Green Dome, India, Indonesia, Islam, Islamabad, Israel, Jerusalem, Judaisme, Ka'aba, Kabupaten Rochor, Kampung Glam, Kedah, Kedah Warriors, Landmark, Madina, Makkahm, Malaysia, Maroko, Masjid Al Aqsa, Masjid Al Haram, Masjid Al Nabawi, Masjid Baitul Mukarram, Masjid Baiturrahman, Masjid Faisal, Masjid Hassan II, Masjidil Haram, Mekah, Mekkah, Muscat Street and North Bridge Road, Nabi Muhammad SAW, Omar Ali Saifuddin, Pakistan, Palestine, Rashidun kalif Umar, Sacred Noble Sanctuary, Saudi Arabia, Siam, Singapore, Sultan Mosque, Sumatera, Sunni, Syi'ah, Taj'ul Masjid, Tuanku Mahmud Ibni Almarhum Sultan Tajuddin Mukarram Shah, Ummayad kalifat Abd al-Malik, Zahir Mosque | 1 Comment »

















































































Dari jenis kopi yang disukai seseorang terletak pula ciri kepribadiannya. Apa dan bagaimana kopi menceritakan karakter peminumnya ?.
Kios di Indonesia diidentikkan sebagai ruangan kecil tempat berjualan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia “Kios” adalah “Toko Kecil”. Di luar negeri istilah Kiosk diambil untuk menggambarkan ruang kecil (Booth) dengan jendela terbuka untuk melayani konsumen (pengguna).