Batasi Waktu Pemakaian Sendal Jepit


Sandal jepit sangat familier bagi masyarakat. Ke mana-mana, mulai pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan pun, banyak orang yang mengenakan sandal jepit. Bentuknya yang flat dan ringan membuat orang merasa nyaman memakainya.

Namun, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari pemakaian sandal jepit. “Yakni, orang yang mengalami gangguan ligamen, termasuk otot kaki melemah, dan kaki yang cenderung datar (flat foot),” kata dr Putu Alit Pawana SpKFR.

Menurut dia, mengenakan sandal jepit justru membuat kaki mengalami deformitas. Bahkan, ibu jari kaki bisa mengarah ke bagian dalam. “Dalam kondisi begitu, posisi jalan jadi tidak baik atau tidak lurus lagi,” katanya.

Itu disebabkan sandal jepit tidak memberikan proteksi khusus. Terutama, menyokong jari-jari kaki. Sandal jepit juga tidak memberikan kestabilan bagi yang mengenakan. Jika memang sering memakai sandal jepit, disarankan untuk mencari yang memiliki sokongan pada bagian lengkungan telapak kaki. “Apalagi jika yang mengenakan bertubuh gemuk. Maka, tekanan pada jari kaki meningkat. Dampaknya, luas permukaan telapak dan jari kaki makin melebar,” terang spesialis kedokteran fisik rehabilitasi RS Mitra Keluarga Waru itu.

Memang, ada beberapa asosiasi yang me-warning penggunaan sandal jepit. Salah satunya, Asosiasi Chiropodis dan Podiatrik Inggris. Lembaga tersebut menyarankan, tak berlama-lama mengenakan sandal jepit. Tidak adanya sokongan dan kestabilan pada sandal jepit memunculkan nyeri pada tendon dalam kaki dan tungkai bawah. Bahkan, tulang kering pun mengalami pergeseran.

Putu Alit mengatakan, peringatan tersebut memang diperuntukkan bagi orang Barat yang terbiasa mengenakan sepatu. Mengenakan sepatu membuat jari-jari kaki tetap stabil. “Ketika mereka mengenakan sandal jepit terlalu lama, ukuran kakinya tambah lebar,” tegasnya.

Dia mengatakan, jika memang tak ada gangguan pada kaki, tak masalah mengenakan sandal jepit. Namun, sebaiknya memilih sandal yang memenuhi standar. Antara lain, bagian dalam terdapat inner sole untuk membentuk arch (lengkungan). Adanya inner sole membuat kaki tidak mudah lelah. “Bentuk kaki menjadi lebih baik. Hal ini memengaruhi cara berjalan,” tuturnya.

Dia lebih menyarankan untuk memilih sandal berupa selop. Dengan begitu, jari kaki tidak bergerak bebas dan meniminalkan kaki tambah melebar. “Pilih bahan yang lunak. Sebab, saat berjalan, yang menjadi tumpuan adalah tumit, jari kelima, kemudian ibu jari. Bila posisi sandal benar, kaki tak akan sakit,” terangnya. (ai/c8//nda)

Sumber


2 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s