Filosofi Layang-Layang


Layang-layang sebagai sebuah permainan yang sudah mendunia, ternyata selain membuat hati menjadi senang, terkandung filosofi kuat dalam diri layang-layang tersebut.

Ku ambil buluh sebatang.
Ku potong sama panjang.
Ku raut dan ku timbang dengan benang.
Ku jadi kan layang-layang.

1. Lebih Menyatu Pada Alam

Dalam awal pembuatan layang-layang, dipastikan mencari bambu untuk kerangkanya. Itu mengisyaratkan bahwa setiap ingin membuat nya, haruslah mencari nya di alam.

2. Peduli Penanggulangan Global Warming

Dunia semakin panas dan semakin mulai menjadi panasnya. Maka dari itu, layang-layang dirancang untuk mencintai lingkungan dan peduli pada efek pemanasan global. Mengapa? Karena, bahan lain selain bambu adalah kertas atau plastik. Kertas yang digunakan tak terlalu menyusahkan. Bisa dengan menggunakan kertas bekas. Cara lain dalah dengan plastik. Plastik digunakan agar tak dibuang dengan sia-sia dan lebih dimanfaatkan untuk pembuatan layang-layang.

3. Adil

Pada bambu, panjang dari tiap pihak kanan dan kiri harus sama. Keadilan adalah sifat yang terkandung dalam perlakuan dalam pembuatan ini.

4. Seni dan Kreatif


Berbagai bentuk dan gambar yang dimiliki pada tiap layang-layang, selalu ada keunikan dan keterampilan yang selalu membuat para mata penikmatnya begitu segar. Mengapa tidak? Itu digunakan untuk mempercantik dan mengembangkan kreatifitas. Filosofi nya yaitu selalu mengembangkan seni dan kreatifitas.

5. Perlu Bantuan Pihak Lain alias Tidak Jalan Sendiri

Demi menerbangkan layang-layang, tak mungkin hanya sekedar menggunakan bambu, kertas dan plastik saja. Melainkan juga membutuhkan benang. Tak hanya benang. Hal terpenting adalah angin. Peran angin begitu fatal. Karena, jika tak ada angin, maka layang-layang itu tak akan terbang. Mengisyaratkan bahwasanya kita butuh bantuan pihak lain dan tidak sombong dengan berjalan sendiri.

6. Keseimbangan

Dalam penerbangan layang-layang ketika di udara, keseimbangan harus tetap dijaga. Karena jika terkeohkan sedikit ke kanan maupun ke kiri, pasti akan berubah jalur nya. Dalam filosofinya, jangan terpengaruh orang lain, harus lah menjadi diri sendiri dan terus seimbang walau digoyah oleh orang lain.

7. Menggapai Cita-Cita yang Tinggi

Layang-layang yang mayoritas diterbangkan oleh para anak-anak, ternyata tak hanya sekedar terbang tinggi dengan rasa riang saja. Seperti yang diungkapkan banyak orang tua pada zaman dahulu, yaitu mempunyai cita-cita yang tinggi dan meraihnya.

8. Selalu Ceria

Layang-layang terbang tinggi membuat penerbang dan penikmatnya selalu senang. Maka filosofinya adalah selalu ceria.

Sumber


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s