Kisah Tragis Penunggang Kuda


Seorang kaisar yang hidup di suatu masa, suatu hari berkata pada seorang anggota barisan berkudanya yang terkenal terampil dan sangat tangkas dalam hal berkuda, akan memberikan semua wilayah yang berhasil ditempuh si penunggang kuda. Tawaran kaisan langsung diterima. Dengan gesit si penunggang kuda itu melompat ke atas kudanya. Lalu memacu kudanya untuk berlari secepat mungkin agar bisa menjangkau wilayah seluas mungkin.

 

Si penunggang kuda itu tidak mau kehilangan waktu sedikitpun dan terus saja menunggangi kudanya. Walaupun lapar dan lelah, ia tidak mau berhenti untuk makan, minum, dan istirahat. Ia terus memacu kudanya tanpa mengenal lelah. Sampai akhirnya badannya tak sanggup lagi dan dia jatuh tersungkur di tanah, ia sangat lelah, sampai bernafasDa pun susah.

 

Dalam keadaan sekarat, penunggang kuda itu bertanya pada dirinya sendiri, “Mengapa saya memaksa diri begitu keras untuk mendapatkan tanah seluas mungkin ? Sebentar lagi saya akan meninggal. Saya tidak akan bisa menikmati tanah seluas ini. Untuk menguburkan diri saya hanya perlu sedikit tanah saja.

 

Moral Of The Story:

 

Dalam perjalanan hidup ini, kadang kita terlalu memaksakan diri seperti penunggang kuda tersebut. Kita sekeras mungkin untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang lebih besar, kedudukan yang lebih tinggi, dan untuk mendapatkan penghargaan. Kita mengabaikan kesehatan. Tidak menyadiakan waktu untuk keluarga. Tidak menikmati keindahan yang ada di sekitar kita dan meninggalka hobi atau kegemaran kita. Kita terus bekerja keras sampai suatu hari, ketika melihat kebelakang, kita sadar, kita benar-benar tidak memerlukan sebanyak itu. Hanya saja, di saat itu, kita tidak bisa lagi memutar balik jarum jam untuk meraih kembali apa yang hilang.

 

Hidup bukan hanya untuk mencari uang, mendapatkan kekuasaan dan penghargaan. Jangan hidup kerja, tapi kerja untuk hidup. Cari keseimbangan antara bekerja, rekreasi, waktu untuk keluarga dan untuk diri sendiri. Tentukan prioritas.

 

Hidup ini singkat. Hidup itu rapuh. Hargai hidup dan jangan sia-siakan. Tujuan hidup adalah untuk bahagia. Nikmati keindahan dan kebahagian hidup. Kehilangan hidup berarti kehilangan semuanya. Selamat menikmati hidup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s